Pembentukan Karakter Generasi Muda Melalui Kegiatan Kepramukaan

Kegiatan kepramukaan merupakan pendidikan di luar sekolah yang dilakukan dengan bentuk menarik, menantang dan menyenangkan. Pramuka sebagai upaya pembentukan watak dan karakter generasi muda. Pramuka merupakan salah satu pendidikan non formal yang mampu bertahan dalam segala zaman yang menjadi benteng dalam mendidik dan membina generasi muda dengan jiwa tangguh, terampil, cerdas, dan disiplin. Dalam kegiatan pramuka bukan hanya materi atau isi pelajaran yang perlu diperhatikan melainkan bagaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan sikap-sikap serta perbuatan-perbuatan yang baik yang akan membentuk karakter dan kekuatan jasmani dari diri tersebut. Hal ini bisa dilihat dari cara kerja regu atau kelompok penggalang untuk bekerja sama dalam satu tim dalam mencapai satu tujuan yang sama.

Kepramukaan memiliki berbagai macam aspek pembelajaran mulai dari segi spiritual, emosional, sosial, jasmani, dan rohani yang bertujuan untuk pembentukan karakter seorang anggota pramuka yang pada akhirnya pembentukan karakter bagi anak bangsa. Pendidikan karakter saat ini menjadi materi yang memang harus diterapkan di setiap instansi sekolah karena memang pendidikan karakter harus diberikan sejak usia dini.


camping citra alam riverside

Sedangkan pendidikan karakter adalah suatu sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada seorang individu, yang meliputi: ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan dan tindakan untuk dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, orang lain, lingkungannya maupun bangsa dan negaranya.


kegiatan pramuka di citra alam seaside

Ada macam-macam pendidikan pembentukan karakter generasi muda yang dapat diperoleh di kepramukaan. Adapun pendidikan yang mengandung pembentukan karakter dalam kepramukaan diantaranya adalah para peserta diajarkan untuk bagaimana menerapkan kedisiplinan dengan memakai pakaian seragam lengkap yang sesuai aturan dalam gerakan pramuka, memanfaatkan waktu dengan baik serta memimpin dirinya maupun orang lain. Keanggotaan pramuka memiliki beberapa tingkatan sebagai berikut:

  1. Siaga adalah sebutan bagi anggota pramuka yang memiliki rentang usia 7-10 tahun. Biasanya anak SD kelas 1-3. Satuan terkecil dalam golongan siaga biasa disebut Barung. Setiap beberapa Barung dihimpun dalam satu satuan besar yang dinamakan Perindukan. Satu Barung biasanya diisi 6-10 orang anggota pramuka siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung atau Pinrung.

  2. Penggalang merupakan  pramuka yang memiliki rentang usia 11-15 tahun. Usia ini biasanya paling banyak dikalangan SD kelas 4 sampai SMP kelas 9.  Golongan ini merupakan  golongan pramuka setelah  siaga. Dalam golongan penggalang dilaksanakan sistem terpisah dimana pramuka penggalang putra dipisah dengan pramuka penggalang putri. Setiap anggota penggalang biasanya di kelompokkan dalam satu kesatuan kecil yang disebut regu. Setiap regu memiliki nama yang berbeda satu sama lain. Regu putra biasanya mengambil nama hewan, sedangkan regu putri biasanya menggunakan nama bunga sebagai identitas mereka.

  3. Penegak adalah anggota pramuka yang memiliki rentang usia antara 16 sampai 20 tahun.  penegak biasanya merupakan anggota pramuka yang telah menginjak bangku kelas 10 SMA hingga perguruan tinggi. Satuan terkecil pramuka penegak biasa disebut Sangga yang  diisi dengan 6 sampai 8 orang Penegak.

  4. Pandega merupakan golongan pramuka setelah penegak. Anggota Pramuka ini merupakan anggota pramuka yang berusia antara 21 sampai 25 tahun. Pramuka pandega memiliki jenis kegiatan yang sama dan dilakukan bersama-sama dengan pramuka penegak. Pembinaan pramuka pandega dilakukan mulai dari tingkat Gugus depan dalam satuan yang disebut Racana, dan di tingkat Kwartir dapat mengikuti Satuan Karya dan Dewan Kerja.


camping citra alam seaside