Banner (17).png

Napak Tilas Kebangsaan
( On The Spot )

Pada kegiatan ini peserta akan dengan mudah memahami peristiwa dan pelajaran penting yang  terkandung pada perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Napak Tilas Kebangsaan

     Program Napak Tilas Kebangsaan On The Spot adalah Program Nation Character Building yang dilaksanakan secara langsung di titik-titik bersejarah dimana peristiwa tersebut terjadi. Melalui program ini diharapkan setiap peserta memahami dengan sejelas-jelasnya siapa dan mau kemana kita sebagai sebuah bangsa. Memahami dengan sejelas jelasnya keluhuran konsepsi kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang diwarisi oleh para pendiri bangsa melalui perjalanan alamiah sejarah kejadian bangsa Indonesia.

Banner WEB.png

Program Napak Tilas Kebangsaan On The Spot ini terdiri dari dua sesi. Yang pertama adalah “17 Tahun Perjalanan Keramat Bangsa Indonesia” dan yang kedua adalah “Integrasi Nilai-nilai Religi dan Kebangsaan dalam Nasionalisme Indonesia”. Napak Tilas dilaksanakan dengan mengunjungi empat tempat bersejarah. Museum Sumpah Pemuda, Tugu Proklamasi, Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional.

Makna Perjalanan Sesi - 1

17 Tahun Perjalanan Keramat Bangsa Indonesia

     Pada sesi “17 Tahun Perjalanan Keramat Bangsa Indonesia”, peserta akan diajak untuk mengunjungi dan mengeksplorasi Museum Sumpah Pemuda dan Tugu Proklamasi yang merupakan dua titik bersejarah yang sangat penting artinya dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Melalui ini peserta akan dapat memahami rentang masa 17 tahun yang telah mentransformasi bangsa Indonesia dari bangsa terjajah yang terpecah belah menjadi satu kesatuan bangsa yang terikat dalam satu ikrar bersama Sumpah Pemuda, satu identitas bersama serta dijiwai oleh semangat yang sama yang kita kenal dengan semangat proklamasi itu dan bergerak menuju arah perjuangan atau cita-cita revolusi yang sama – menuntaskan AMPERA.

Museum Sumpah Pemuda

      28 oktober 1928. Sejak saat itu lah bangsa Indonesia berdiri sebagai satu kesatuan bangsa yang diikat oleh ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Peserta akan memahami bagaimana kesadaran akan kemerdekaan telah merubah haluan sejarah bangsa. Yang semula terpecah belah karena kesukuan, kedaerahan, keagamaan dan perbedaan golongan itu pada akhirnya bangkit menggalang persatuan hingga tercetus Sumpah Pemuda.

Tugu Petir

      Proklamasi kemerdekaan Indonesia di kumandangkan di tempat ini pada 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Disini kita akan memahami titik temu rahmat allah yang kuasa dan dorongan luhur kemerdekaan yang mendasari tercetusnya Proklamasi hingga membangun koneksi dengan apa yang disebut Bung Karno sebagai " Semangat Proklamasi " dan " Revolusi Ampera " . 

Makna Perjalanan Sesi - 2

Integrasi Nilai-nilai Religi dan Kebangsaan dalam Nasionalisme Indonesia

      Pada sesi “Integrasi Nilai-nilai Religi dan Kebangsaan dalam Nasionalisme Indonesia” peserta akan diajak untuk mengunjungi dan mengeksplorasi Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional yang rancangan pembangunan keduanya terjadi dalam satu waktu dan satu kesatuan gagasan. Melalui ini peserta akan melihat kode-kode yang diletakan Bung Karno dalam struktur dan geometri kedua bangunan ini. Dimana melalui itu kita akan dapat masuk ke alam pikiran Bung Karno.

Masjid Istiqlal

      Dititik ini peserta akan memahami bahwa ajaran religi dan kebangsaan merupakan hal yang tidak di dapat dipisahkan dan saling terkait. Ajaran kemerdekaan kebangsaan yang mengajarkan kepada kita untuk saling menghormati kemerdekaan satu sama lain, pada hakekatnya adalah bentuk implementasi dari ajaran kasih sayang itu sendiri. Lalu, peserta akan sampai kepada integrasi pemahaman yang kuat antara ajaran keagamaan dan kebangsaan.

Monumen Nasional