Belajar Tentang Lingkungan Lewat Pelatihan Agro

Diperbarui: Feb 4


Mungkin anda masih ingat kalimat “Berani Kotor Itu Baik” yang menjadi iklan sebuah produk detergen. Kalimat tersebut mengajak para orang tua untuk mengajarkan berbagai hal mengenai lingkungan kepada anak-anak, tanpa takut badan dan baju mereka menjadi kotor. Apalagi biasanya anak-anak lebih menyukai aktivitas di luar ruangan.


Larangan agar anak-anak menjauhi semua yang bisa mengotori badan dan baju mereka, masih di terapkan para orang tua hingga saat ini. Padahal dengan banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan bahkan dengan kotor sekalipun, akan meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak-anak.


Misalnya mengajarkan cara bercocok tanam, menanam padi (agro sawah) serta memberikan informasi seputar agricultur, tanaman herbal, sayuran, buah-buahan, serta hewan.


menanam padi anak citra alam riverside

Saat melakukan kegiatan bercocok tanam, sudah pasti anak-anak akan berinteraksi langsung dengan tanah. Interaksi itu mampu membawa efek stimulasi pada kinerja otak mereka, karena aroma petrichor yang dihasilkan oleh tanah, terutama saat basah. Menurut seorang ahli tanah Bill Ypsilantis (dilansir tempo.co), aroma petrichor menyerupai bau kasturi yang memberikan rasa nyaman dan tenang pada otak.

Mempelajari bagaimana cara bercocok tanam dapat memberikan pemahaman mengenai proses pertumbuhan tanaman, mulai dari bibit sampai tumbuh menjadi besar dan berbuah sehingga  bermanfaat bagi kehidupan.  Anak-anak juga akan belajar untuk bersabar serta peduli terhadap lingkungan sekitar.