Sikap Tegas Orang Tua Batasi Anak Bermain Gadget

Diperbarui: Jan 28

Di era milenial seperti sekarang ini, kecanggihan teknologi seolah menghipnotis semua orang. Tak terkecuali anak-anak. Bahkan bukan hal aneh jika sekarang banyak ditemukan anak-anak yang masih dibawah umur sudah pandai menggunakan gadget. Penyebabnya tak lain adalah kesibukan orang tua mereka yang sudah tidak lagi memungkinkan untuk memberikan pendampingan dan pendidikan secara langsung. Saat para orang tua sudah lelah bekerja atau menjalani aktivitas rutinnya, gadget menjadi jalan keluar mengatasi kerewelan anak. Tindakan itulah yang justru memberikan dampak serius. 

Menurut sejumlah pakar psikologi, ketika menggunakan gadget, anak memang akan lebih kreatif dan mandiri, tapi cenderung tidak sabaran dan tidak mengenal proses. “Ada istilah yang namanya instant gratification. Jadi, anak-anak ingin segera dipuaskan. Kepingin apa, harus dapat sekarang. Alhasil, mereka jadi gampang bosan, ngambek dan cranky,” ujar psikolog Ajeng Raviando. 

Dalam sebuah survey pun ditunjukkan bahwa sekitar 30,3% partisipan mengaku karakter paling dominan dirasakan dari anak-anak mereka yang sering menghabiskan waktu bermain gadget adalah tidak sabaran. Sementara 5,2% ibu mengakui anak mereka cenderung individualis. 

Selain sikap tidak sabaran, gadget juga membuat anak kurang memahami proses sehingga empati lebih rendah, keterampilan sosial tidak terasah dan kurang tangguh. Menurut Ajeng, orang yang memahami proses pasti akan mengalami kesalahan, kegagalan, perasaan tidak enak. “Dari kegagalan-kegagalan tadi, justru membentuk seseorang menjadi lebih banyak akal, tidak mudah menyerah dan tidak mudah putus asa,” jelasnya.  

Meski terkesan sederhana, ternyata mengajarkan anak mengenai proses perlu dilakukan sejak dini demi masa depannya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psi. menegaskan pentingnya orang tua untuk bersikap tega membatasi penggunaan gadget. Ia memberikan rumusan batasan penggunaan gadget yaitu : 

  1. Dibawah 18 bulan : hanya boleh melakukan video call 

  2. Usia 18 – 24 bulan : tidak boleh lebih dari 30 sampai 45 menit dan harus didampingi orang tua

  3. Usia 2 – 5 tahun : boleh menonton selama 1 jam tetapi tidak boleh bermain game

  4. Diatas 6 tahun (SD) : 1 sampai 2 jam sehari hanya menonton dan tidak boleh memasukkan aplikasi game apapun di handphone. Bermain game hanya boleh di akhir pekan.