Pengalaman Study Tour Dengan Pelatihan Seni Dan Budaya

Padatnya kegiatan belajar dalam kelas di sekolah sering kali membuat siswa merasa bosan. Apalagi sekarang ini waktu mereka di sekolah tidak lagi hanya 4-5 jam, melainkan sudah sampai lebih dari setengah hari karena banyak sekolah yang memberlakukan sistem one day atau full day school. Belum lagi mereka juga disibukkan dengan tugas sekolah dan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang diberikan guru.

Untuk menyeimbangkan aktivitas belajar siswa, hampir semua sekolah memiliki program study tour setiap tahunnya. Biasanya lokasi yang dituju adalah tempat-tempat bersejarah seperti museum, atau tempat rekreasi indoor maupun outdoor yang memiliki nilai edukasi. Dengan mengikuti study tour, siswa akan merasakan suasana belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan. Namun bagaimana jika pengalaman study tour siswa diisi dengan aktivitas yang lebih sarat manfaat dan mengambil tempat yang lebih menyatu dengan alam.

Memperoleh beragam pengetahuan mengenai hal baru termasuk yang belum dipelajari di sekolah akan memberikan pengalaman study tour yang lebih berkesan bagi siswa. Misalnya pengetahuan mengenai adat istiadat kebudayaan bangsa yang bermacam-macam dengan berbagai bentuk rumah beserta pakaian adatnya, atau pengetahuan tentang bidang profesi yang bisa menjadi pilihan saat mereka dewasa nanti termasuk dengan simulasinya.

Mengisi kegiatan study tour bisa juga dilakukan dengan memberikan aktivitas berupa praktek  dari  materi pelajaran yang sudah atau pun belum mereka dapatkan, seperti pelatihan seni dan budaya. Melalui  pelatihan seni dan budaya, siswa akan memperoleh pengalaman nyata  dalam mengenal dan mempelajari kebudayaan negeri sendiri. Pelatihan seni dan budaya yang bisa membuat pengalaman study tour siswa menjadi lebih berkesan dan sarat manfaat antara lain :

1.   Pelatihan Keramik atau berkreasi dengan tanah liat

Tanah liat menjadi salah satu media yang sangat tepat untuk merangsang imajinasi, mengasah kemampuan motorik anak, serta memperkuat fungsi konginitif anak. Membuat kerajinan dari tanah liat membutuhkan kesabaran dan ketelitian, karena prosesnya yang memerlukan waktu cukup lama. 

Perlu juga untuk menyiapkan seluruh bahan dan peralatan yang akan digunakan sehingga mempermudah pengerjaannya.Ada beberapa teknik yang digunakan dalam membuat keramik/gerabah seperti teknik menggunakan meja putar. Biasanya pembuatan keramik dengan teknik ini dilakukan oleh siswa minimal kelas 5 SD. Sedangkan untuk siswa TK berkreasi dengan tanah liat dengan cara membentuknya dengan tangan sesuai yang diinginkan.

2.   Pelatihan Membatik atau Melukis Kaos