Merdeka Belajar



Merdeka belajar mendukung banyak inovasi dalam dunia pendidikan, terutama kemajuan berbagai lembaga pendidikan termasuk sekolah, dengan membentuk pola kompetensi guru. Guru penggerak yang merdeka dalam mengajar juga harus tahu akan kebutuhan murid-muridnya sesuai lingkungan dan budaya siswa tersebut.


Peran guru sebagai seorang pendidik yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Oleh karena itu guru harus mampu mengidentifikasi bakat setiap siswanya supaya dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki.

Lalu, apa yg dimaksud dengan Merdeka Belajar?

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.

Citra Alam adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yang bergerak pada bidang jasa pendidikan, pelatihan seni budaya dan karakter bangsa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan pengembangan sumber daya manusia agar menjadi lebih maju dan berkembang, baik dari sisi komunikasi, kepemimpinan, kerjasama, perilaku dan motivasi.

Konsep pembelajaran di Citra Alam ini juga memberikan pemahaman atas nilai-nilai kehidupan (living values).

Citra Alam juga ikut serta mendukung program merdeka belajar yang dibuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim dengan mengedepankan 6 Profil Pelajar Pancasila, yaitu :

  • Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia

Siswa diharapkan untuk mempunyai jiwa spiritual yang tinggi untuk menerapkan segala nilai-nilai kebaikan yang sesuai dengan ajaran agama.

  • Berkebhinekaan Global

Nilai nilai pancasila dan bhineka tunggal ika wajib menjadi nilai yang dipegang bersama - sama termasuk para pelajar.

  • Gotong Royong

Dengan adanya Gotong Royong tentu akan menambah semangat peduli dan kolaborasi kepada lingkungan.

  • Mandiri

Dibutuhkan kesadaran diri sendiri terhadap situasi masing-masing agar dapat menciptakan regulasi kepada diri sendiri. Dengan demikian siswa akan menjadi lebih mandiri dan hebat.

  • Bernalar Kritis

Kemampuan bernalar kritis sangat diperlukan di era kompetisi global seperti sekarang, dimana pelajar diharapkan bisa untuk mengambil keputusan yang tepat.

  • Kreatif

Pelajar Pancasila dapat mengasah kreatifitas dengan menerapkan pikiran kritis agar dapat diolah kembali menjadi Inovasi yang bermanfaat untuk negeri.



Profil Pelajar Pancasila adalah kompetensi lulusan yang mencerminkan kualitas generasi yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta cita-cita para pendiri bangsa


0 tampilan0 komentar