Membatik Tak Semudah Yang Dibayangkan

Diperbarui: Jan 28

Belajar bagaimana menjadi wanita mandiri Belajar bagaimana merasakan menjadi seorang pembatik Karena membatik tak semudah yang dibayangkan.

Begitulah yang ditulis dalam akun instagram milik mitapratiwi15_ yang menggambarkan perasaannya saat mengikuti kegiatan membatik di Citra Alam. Melalui field trip fakultas keguruan dan ilmu pendidikan guru Sekolah Dasar Unisma Bekasi, Mita dapat merasakan secara langsung bagaimana mengguratkan malam diatas kain dengan menggunakan canting, mengikuti pola yang sudah ada. Meski pola yang sudah tergambar pada kain tergolong mudah, namun bagi Mita, membuatnya sebagai sebuah karya batik ternyata tidak semudah yang dibayangkan.


Dalam postingan di akun instagramnya, Mita menjelaskan bahwa seorang pembatik akan diuji kesabarannya pada saat menggoreskan malam diatas pola yang sudah dibuat. Ia juga memaparkan bagaimana proses membatik. Karena kerumitan prosesnya itulah yang membuat batik tidak murah. Selanjutnya Mita mengajak agar kita berbangga sebagai bangsa yang pemilik ciri khas kebudayaan tersebut.


testimoni peserta pelatihan membatik citra alam

Sulitnya proses membuat batik juga diakui Tanti, warga Bintaro yang menghadiri sebuah acara workshop membatik di Jakarta. “Ternyata bikin batik itu susah ya? Kirain tinggal ngikutin sketsa yang sudah ada saja. Ini dari tadi lilinnya mblobor kemana-mana,” katanya sambil berulang kali memandang selembar kain dihadapannya, dan menggenggam sebuah canting. Hal senada juga pernah diungkapkan Joeke Pamoedjo yang pernah menjadi pengurus Komunitas Cinta Berkain. Ia mengaku saat pertama kali membuat batik, prosesnya cukup rumit. “Ini bukan sekedar menggambar motif saja pakai canting, tapi ada nilai-nilai terkandung di dalamnya,” kata Joeke.