LDKS Beda Latih Mandiri Dan Disiplin Siswa

Diperbarui: 25 Jun 2021

Belajar untuk melakukan segala sesuatu tanpa bergantung lagi pada bantuan orang-orang terdekat seperti ayah, ibu, kakak atau adik, sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak yang sudah beranjak remaja. Tujuannya adalah supaya mereka terbiasa mengerjakan apapun sendiri saat dewasa nanti. Belajar hidup mandiri bagi remaja bisa dimulai dengan menjalankan rutinitas sehari-hari, seperti membereskan kamar, mencuci sendiri baju dan piring setelah makan, belajar, dsb.

belajar mandiri dari leadership
tak lagi bergantung pada orang tua adalah bentuk kemandirian

Jika segala rutinitas itu sudah terbiasa dijalani sendiri, maka saat dewasa nanti mereka sudah terbiasa menjalankannya.


Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai camping edukatif yang bisa menjadi salah satu cara untuk melatih kemandirian. Sebuah sekolah menengah pertama (SMP) baru-baru ini juga telah mengajak para siswanya untuk belajar mandiri melalui kegiatan Leadership Camp atau yang banyak dikenal sebagai kegiatan LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa.

belajar melakukan aktivitas rutin sendiri

Jika biasanya kegiatan LDKS hanya sebatas belajar mengenai kepemimpinan, namun SMP IPEKA Plus BSD memiliki cara berbeda.  Dalam kegiatan yang berlangsung di Citra Alam Seaside, Anyer 2018 ini siswa lebih dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab dan bisa hidup mandiri. Para siswa juga tidak hanya duduk mendengarkan pemateri baik dari guru maupun senior OSIS yang menyampaikan materi-materi dasar kepemimpinan, tetapi juga harus mengerjakan aktivitas keseharian mereka sendiri. Mulai dari saat kedatangan, mereka harus mendirikan tenda sendiri, ketika selesai makan bersama wajib mencuci piring masing-masing dan segala kebutuhan mereka selama kegiatan dipersiapkan sendiri.

salah satu games team building dalam LDKS

Penerapan hukuman juga dilakukan dalam kegiatan ini, bagi siswa yang melanggar aturan, serta siswa yang tidak disiplin dengan waktu. Hukuman yang diberikan berupa mengisi galon yang sudah dipersiapkan dengan air. Setiap 1 kesalahan, hukumannya adalah mengisi 60 ml air ke dalam galon. Apabila galon sudah penuh, maka kelompok harus bertanggung jawab membawanya selama kegiatan berlangsung.

Leadership Camp SMP IPEKA Plus BSD juga diisi dengan permainan team building yang melatih kepemimpinan, kerjasama, dan tanggung jawab.


Dari kegiatan ini, pihak sekolah berharap semua siswanya tak hanya melakukan hal yang saat kegiatan Leadership Camp saja, tetapi juga menerapkannya di rumah dan disekolah. “Dengan adanya kegiatan ini, ada perilaku saling menghargai diantara teman, lebih mandiri dan lebih peduli,” jelas Yunus, Kepala Sekolah SMP IPEKA Plus BSD.

suasana camping di malam hari

Terhadap Citra Alam, SMP IPEKA Plus BSD juga memberikan apresiasinya atas kenyamanan selama berkegiatan. Para peserta juga senang dan antusias. Sekolah tersebut bahkan telah mengagendakan kunjungannya kembali untuk tahun 2019.

Leadership Camp SMP IPEKA Plus BSD yang bisa menjadi contoh dari camping edukatif, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi siswa. Sebab dalam pelatihan melalui camping edukatif itulah peserta didik akan memiliki prinsip hidup bahwa rutinitas adalah belajar dan berkarya untuk menyongsong hidup yang penuh manfaat. Sebab menjadi insan yang bermanfaat adalah salah satu bentuk ketakwaan terhadap Tuhan.


Citra Alam kini memiliki program LDKS virtual dimana para siswa bisa mengikuti seluruh kegiatan LDKS dari rumah dengan difasilitasi oleh sekolah. Pelajari selengkapnya disini : LDKS Virtual





#campingedukatif #CitraAlamSeaside #LDKS #leadershipbuilding

43 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua