Sejarah Pramuka dan Kepanduan


Kita mengenal Pramuka dari sejak duduk di bangku sekolah, karena organisasi tersebut menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Setiap anggota Pramuka wajib mengenakan baju seragam berwarna cokelat muda dan cokelat tua dengan model yang berbeda antara peserta laki-laki dan perempuan. Mengapa warna yang dipilih adalah cokelat? Sebab warna tersebut dianggap sebagai salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan.


Untuk melengkapi seragam yang menjadi identitas bagi anggotanya, terdapat juga berbagai atribut mulai dari  kacu (dasi) merah putih, ikat pinggang yang lengkap dengan tali tambang dan pisau, pluit yang terpasang pada anyaman tambang berwarna sesuai tingkatan, serta bermacam bedge di baju. Untuk penutup kepala, bentuk topi yang juga berwarna cokelat pun bermacam-macam, sedangkan sepatu dan kaos kaki berwarna hitam. Seluruh atribut itu diperlukan guna menunjang seluruh kegiatan yang dilakukan serta untuk menunjukkan tingkat atau level keanggotaan. Meski sekarang ini model dan variasi seragam pramuka sudah bermacam-macam, namun tetap tidak menghilangkan ciri khas identitas organisasi tersebut.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis, yang dilakukan di alam terbuka. Sebagai sistem pendidikan kepanduan yang telah disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia, pramuka memiliki prinsip dasar serta metode yang bertujuan membentuk watak, akhlak dan budi pekerti luhur.


fun games dalam kegiatan pramuka

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yan