Sejarah Arung Jeram dan Perkembangannya di Indonesia

Diperbarui: Apr 16

Bagi penyuka petualangan di alam terbuka, pasti sudah tidak asing lagi dengan kegiatan arung jeram. Kegiatan yang mengarungi jeram-jeram sungai memang sangat menantang. Rafting sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang. Dilansir dari wikipedia, sejarah arung jeram tercatat sudah ada sejak abad ke-19 dimana seorang Pramuka asal negeri Paman Sam bernama John Mac Gregor memimpin sebuah ekspedisi di sungai Colorado. Mc Gregor memimpin beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai tersebut dengan perahu jenis Pontoon yang merupakan sisa perang dunia. Setelah perang dunia ke2 berakhir, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan oleh para petualang untuk mengarungi sungai. Arung jeram ini dilakukan dengan perahu bulat yang disebut Basket Boat, karena bentuknya yang menyerupai keranjang.


Bapak Arung Jeram Sedunia


Meski John Mac Gregor yang mencatatkan nama pertama kali dalam sebuah ekspedisi menggunakan perahu menyusuri sungai, namun penyandang sebutan Bapak Arung Jeram Sedunia adalah Mayor John Wesley Posell, seorang tentara Amerika. Loh kok bisa?


Jadi ceritanya, Mayor John memperkenalkan arung jeram pertama kali dengan menyusuri sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa, yang kemudian diberi nama Grand Canyon. Saat itu ia menggunakan perahu kecil yang tersusun dari papan kayu. Ekspedisi tersebut bahkan diabadikan dalam sebuah perangko yang diterbitkan tahun 1869.

Arung jeram  punya sejarah panjang
Ekspedisi bapak arung jeram sedunia yang diabadikan dalam sebuah perangko

Perkembangan arung jeram di dunia


Selanjutnya di benua amerika dan Eropa, aktivitas menelusuri sungai yang dilakukan Mayor John ternyata berkembang menjadi sebuah olahraga highrisk yang cukup populer dan dikenal dengan sebutan white water rafting. Dari sinilah dikenal nama Rafting.


Di tahun 1950, mulai banyak yang menggemari kegiatan mengarungi sungai ini. Bahkan diproduksi perahu dengan bentuk khusus yang lebih tinggi di bagian depan dan belakangnya serta memiliki material kuat sehingga dapat mengangkut orang dan perbekalan lebih banyak. Selanjutnya perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an, ketika mulai dikembangkan teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu seperti yang kita kenal sekarang.

World Rafting Championship