Proses Belajar Outdoor Untuk Hidup Lebih Baik

Kegiatan di alam terbuka (outdoor) dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan pengetahuan. Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan di alam terbuka, salah satu contohnya adalah outbound. Kegiatan outbound merupakan serangkaian permainan petualangan baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok untuk memacu semangat dan kreativitas seseorang. Outbound juga dapat dimainkan oleh berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Lalu apakah kegiatan outbound atau kegiatan outdoor lainnya memungkinkan diikuti oleh mereka yang memiliki kondisi khusus, seperti berkebutuhan khusus, menderita gangguan jiwa, memiliki keterbatasan fisik serta sedang dalam proses rehabilitasi? Jawabannya adalah sangat memungkinkan, tentunya dengan pendampingan dari guru dan instruktur yang sudah berpengalaman.

permainan bulldozer dalam outbound

Proses belajar dalam outbound yang diperoleh melalui permainan simulasi kegiatan petualangan dan kerja sama tim dalam lingkungan alam, merupakan kesempatan untuk melampaui batas-batas fisik, intelektual dan emosional seseorang. Oleh karenanya outbound dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk bekerja lebih baik dalam kondisi yang berbeda. Di dalam setiap permainannya, peserta outbound akan dilatih mengembangkan fungsi mata, telinga dan latihan otot. Kegiatan outbound bisa dimainkan oleh penyandang keterbatasan fisik. Semangat yang besar akan mempermudah bagi yang bersangkutan untuk mengikuti setiap permainan dalam kegiatan outbound.

membuat prakarya dari tanah liat

Kegiatan Outbound juga bermanfaat untuk anak – anak yang memiliki kebutuhan khusus karena dapat melatih rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta fokus dalam memecahkan masalah saat kegiatan berlangsung. Misalnya, seorang anak autis bisa menjadi lebih konsentrasi dalam mendengarkan setiap instruksi yang diberikan guru. Kegiatan outbound maupun kegiatan outdoor lain bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Terlebih saat ini sudah banyak jenis pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi mereka. Pemerintah sendiri telah memberikan porsi tersendiri bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), melalui  kampanye perlindungan anak dimana Gerakan Nasional pemenuhan hak bagi ABK menjadi salah satu prioritas. Dasar hukumnya adalah Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1990 yang meratifikasi Konvensi Hak Anak, serta Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak.