Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Sosialisasi Nasionalisme Indonesia (SNI)

Seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tidak akan ada nilainya tanpa adanya moral yang tertanam dalam dirinya. Bahkan akan mudah disetir atau dikendalikan oleh orang lain. Untuk itu penanaman pendidikan karakter perlu ditanamkan mulai sejak dini. Pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak. Setelah keluarga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar.

Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.



Penanaman pendidikan karakter melalui Sosialisasi Nasionalisme Indonesia (SNI) diharapkan mampu mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Ada beberapa hal yang melatar-belakangi kemerosotan moral bangsa Indonesia dan hal itu perlu diketahui sehingga kita mampu menemukan solusi yang terbaik dan membantu dalam penyelesaian masalah tersebut.