Berkarya dan Berprestasi Menembus Keterbatasan Fisik

Diperbarui: Jan 28

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, baik berupa sifat, kepribadian, karakter, termasuk kondisi fisik. Mereka yang terlahir atau karena penyebab tertentu memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna, sudah pasti memiliki sisi lain yang bisa menjadi kelebihannya. Bahkan mereka mampu menembus keterbatasan fisik untuk bisa berkarya dan berprestasi lebih gemilang. Seperti apa prestasi dan karya gemilang yang berhasil ditorehkan itu?

Suksesnya Asian Paragames 2018 dan mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, menjadi buktinya.  Ajang yang berlangsung selama 8 hari pada tanggal 6-13 Oktober 2018 ini membawa kontingen Indonesia sebagai tuan rumah menempati urutan ke-5 dalam perolehan medali dengan 37 emas, 47 perak dan 51 perunggu. Pencapaian yang luar biasa itu memunculkan harapan lebih khususnya untuk kesetaraan bagi penyandang disabilitas khususnya di beberapa aspek seperti transportasi, pendidikan dan lapangan pekerjaan.  “Harapan saya dengan adanya ini masyarakat biasa terbuka mata hatinya bahwa disabilitas bisa mengharumkan bangsa,” kata Arjuna, salah satu penonton penutupan Asian Para Games yang hadir menggunakan kursi roda, bersama teman-temannya yang juga memiliki kebutuhan khusus.


ilustrasi asian para games 2018

Arjuna menjelaskan, harapan adanya kesetaraan harus mulai diwujudkan misalnya dalam hal penyediaan sarana transportasi yang ramah disabilitas. “Saya coba sendiri di Jakarta dan belum begitu ramah terutama dari transportasi, kereta dan angkutan umum lainnya. Saya pulang pergi naik kereta memang belum begitu akses. Masih sulit kami harus desak-desakan dengan orang normal, walaupun sudah ada tulisan untuk disabilitas,” ungkapnya seperti diberitakan detik.com.

Dalam Asian Para Games 2018, 4 cabang olahraga menjadi tambang emas bagi Indonesia yakni cabang olahraga atletik, catur, lawn bowls dan para tenis meja. Jumlah terbanyak perolehan medali emas dicatatkan oleh para atlet dalam cabang olahraga catur yakni 11 emas. Selain prestasi para atlet, ada juga hasil karya yang juga membanggakan dalam event tersebut. Ada 5 fotografer berkebutuhan khusus yang terlibat untuk mengabadikan momen berharga para atlet. Mereka adalah Christianto Harsadi, Clara Vania Puspita, Lalu Syena Z, Alkautsan W dan Ivan Octa Putra. “Saya menyadari makna disabilitas itu adalah seorang yang melihat hambatan penyandang disabilitas dalam keterbatasan, bukan penyandang disabilitas yang menghambat mereka”, kata Christianto Harsadi, yang tergabung dalam tim field worker Divisi Media dan PR Inapgoc (organisasi penyelenggara Asian Para Games 2018).


aksi fotografer anto mengabadikan momen di arena