Bangun Generasi Muda Lewat Sosialisme Nasionalisme Indonesia

Diperbarui: Feb 4

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya.”

Itulah kutipan kalimat yang disampaikan Presiden pertama RI, Ir.Soekarno, saat peringatan hari pahlawan 10 November 1961. Pernyataan itu seolah mengajak seluruh bangsa, untuk mengingat, menghargai dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu. Tujuannya adalah untuk membangun generasi muda Indonesia agar menjadi lebih baik.

Lantas bagaimana dengan kondisi generasi muda Indonesia saat ini?


full_j8CobuU5

Agar generasi muda tak lagi melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia, terlebih dahulu perlu menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap tanah air. Salah satunya dengan mengenal dan memahami sejarah Indonesia.

Melalui workshop kebangsaan atau sosialisasi nasionalisme Indonesia (SNI), diperkenalkan sejarah nasional Indonesia, kepada generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah. Dengan menghadirkan pembicara berpengalaman serta para saksi sejarah, workshop mampu menarik minat dan antusiasme untuk memahami sejarah.

Kegiatan SNI mengemban amanat 4 pilar kebangsaan, yang dicanangkan MPR-RI.

Dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, dijabarkan bagaimana imperialisme dan kolonialisme yang pernah berkuasa, hingga diproklamirkannya kemerdekaan. Selanjutnya, disampaikan juga penjelasan mengenai jati diri bangsa yang sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Karena sebagai bangsa yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia diharapkan mampu menjadi bangsa mandiri untuk membangun bangsa sendiri, baik dari segi politik, ekonomi dan budaya.

Program SNI berlangsung dalam suasana santai namun tetap khidmat. Pada setiap jeda penyampaian materi, dimainkan lagu-lagu perjuangan dengan alat musik tradisional angklung, oleh siswa/i dari Home School Tunas Bangsa.