Acara Perpisahan Sekolah Berkesan Di Alam Bebas (part 2)

Diperbarui: Feb 4

Banyaknya  fun games yang harus diikuti para siswa tetap tidak menyurutkan semangat dan kegembiraan mereka. Sementara para guru dan orang tua menggelar acara bebas. Beberapa orang tua siswa berkaraoke sambil foto bersama di aula, sebagian lagi menyaksikan putra/putri mereka mengikuti fun games. Sedangkan para guru berbincang-bincang di kantin sambil  mencicipi kuliner khas Citra Alam. 

Di arena fun games, setiap kelompok peserta secara bergantian sudah mulai menuju ke lokasi tarik tambang lumpur. Permainan yang akan mengotori baju peserta dengan lumpur ini menjadi pamungkas dari rangkaian fun games.

Setelah bermain tarik tambang lumpur, para siswa menuju sungai kecil yang khusus dibuat untuk membilas pakaian yang kotor terkena lumpur. Instruktur memang belum memperbolehkan mereka mandi dan berganti pakaian bersih, karena masih ada beberapa permainan lagi yang harus diikuti. Permainan menantang yang ditunggu-tunggu para siswa.


permainan tarik tambang lumpur di acara perpisahan sekolah

Permainan flying fox dan rafting donat selalu menjadi favorit di Citra Alam Riverside. Dalam permainan tersebut, para peserta diuji keberaniannya. Tentu saja dengan standar keamanan yang menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak.

Permainan pertama adalah rafting donat. Para siswa berbaris sesuai kelompok masing-masing untuk mendengarkan pengarahan para instruktur berkaitan dengan keselamatan, serta penggunaan alat saat permainan berlangsung.

Alat yang digunakan dalam rafting donat di Citra Alam adalah sebuah ban berukuran besar yang memuat 1 peserta. Secara bergiliran, peserta yang sudah memakai perlengkapan keamanan duduk diatas ban tersebut. Sambil berpegangan pada tali yang telah tersedia, mereka melintasi sungai dengan jarak sekitar 200 meter.

Di sejumlah titik lintasan, terdapat kru Citra Alam yang siap menjaga keamanan dan keselamatan peserta. Butuh waktu cukup lama untuk menunggu giliran, karena dalam 1 kali lintasan, hanya 4 peserta yang turun ke sungai. Ditambah harus menunggu para kru membawa kembali ban dan alat perlengkapannya, dari tempat berakhirnya lintasan ke  tempat perlintasan dimulai.