Mengenalkan Budi Daya Ikan Di Keramba Apung Pada Anak

Wisata edukasi merupakan salah satu alternatif yang memberikan suasana baru bagi anak-anak dan remaja, efektivitas yang terjadi saat dilakukannya wisata edukasi adalah anak-anak akan merasa lebih fresh, lebih semangat, dapat pengetahuan baru dan pastinya menyenangkan. Dengan ruang lingkup yang baru, setiap kegiatan yang dilakukan akan menjadi sebuah proses pembelajaran baru bagi anak-anak. Selain itu, lingkungan wisata yang berada di sekelilingnya akan menjadikan anak berfikir lebih kritis karena rasa ingin tahu yang tinggi mengenai hal-hal yang ada.


Ada banyak kegiatan dan permainan menarik yang pasti akan disukai anak-anak. Mereka bisa bermain bersama ikan mulai memberi makan, mengenal ikan, dan menangkap ikan. Sebelum praktek di lapangan, petugas penyuluh perikanan menjelaskan tentang perikanan mulai dari ciri-ciri dan jenis ikan, cara merawat, menangkap ikan, hingga budidaya ikan.


Budidaya ikan di keramba apung merupakan salah satu cara budidaya pembesaran ikan yang efisien dan efektif, model sistem budidaya ini telah terbukti lebih efisien, baik efisien secara teknis ataupun ekonomis. Dengan luasan media yang sempit, kita bisa melipat gandakan hasil panen ikan tanpa harus menambah biaya yang besar. Pola yang di pakai adalah mengintensifkan pola budidaya ikan tersebut, memang akhirnya akan berdampak pada biaya tinggi namun bisa didapatkan keuntungan yang lebih tinggi pula.


Beberapa manfaat dari mengkonsumsi ikan diantaranya yaitu dapat mempercepat masa pertumbuhan dan juga perkembangan tubuh serta otak anak, sehingga anak akan tumbuh sehat dan juga pintar. Hal ini dikarenakan, didalam daging ikan terdapat berbagai nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh balita dan anak-anak yang salah satunya yaitu ikan mengandung 18 % protein terdiri dari  asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 % lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh.

Adapun teknik budidaya ikan di karamba apung meliputi:

a. Penebaran benih ikan ke dalam wadah budidaya.

Penebaran benih ikan  sebaiknya pada pagi atau sore hari saat kondisi perairan tidak terlalu panas agar ikan tidak stres. Sebelum ikan ditebarkan perlu dilakukan aklimatisasi atau penyesuaian kondisi lingkungan sekitar. Caranya ialah  ikan dalam kantong plastik (wadah pengangkutan) dibiarkan terapung dalam perairan sekitar 2-4 menit, kemudian secara bertahap air perairan sedikit demi sedikit dimasukkan kedalam wadah pengangkutan. Bila kondisi air dalam wadah pengangkutan dengan air perairan sudah sesuai (sama), maka ikan-ikan yang ada dalam wadah pengangkutan biasanya akan keluar dengan sendirinya.

b. Pemberian Pakan.


c. Pemanenan dan Pemasaran.

Pemanenan ikan dilakukan apabila masa pemeliharaan sudah mencapai 3 bulan, dilakukan dengan cara mempersempit ruang gerak ikan di dalam kantong keramba. Hal ini dilakukan dengan cara salah satu sisi kantong jaring dengan sisi lainnya dirapatkan. Dengan cara ini ikan-ikan yang akan ditangkap tergiring dan terkumpul di satu tempat sehingga mudah dipanen. Ikan-ikan yang sudah terkumpul diambil menggunakan serokan dan dimasukkan kedalam wadah.

Selain mendapat pengenalan budidaya ikan sebagai bahan konsumsi dan ikan hias, paket kegiatan Budidaya Ikan Keramba Citra Alam juga menyediakan pelatihan keramik yang membentuk model ikan dari tanah liat. Bentuk ikan tersebut merupakan