• Citra Alam

Bung Karno: Dasarnya Indonesia Merdeka Yang Kekal Abadi itu haruslah Pancasila

Diperbarui: Mei 31

Menurut hemat saya, amat penting bagi kita masyarakat Indonesia untuk setidaknya pada setiap tanggal 1 Juni yang kita bersama peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila ini untuk kembali membaca ulang isi dari pada pidato yang disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI yang merupakan satu moment sangat berpengaruh besar bagi jalannya sejarah peradaban bangsa Indonesia.

Pentingnya membaca ulang isi Pidato Bung Karno yang kemudian diberi judul “Lahirnya Pancasila” adalah agar senantiasa terjaga dalam ingatan kita akan dari mana bangsa ini bermula; semangat apa yang menjadi sebab lahirnya bangsa yang bernama Indonesia ini; dan dasar-dasar nilai apa yang dalam tekad bulat kita sejak awal hendak kita letakan untuk menjadi dasar bagi Negara Indonesia Merdeka.

Pada pidatonya, yang pokok intisarinya adalah memaparkan prinsip-prinsip yang hendak dijadikan sebagai dasar dari pada Negara Indonesia Merdeka itu, Bung Karno mengawalinya dengan memastikan kesiapan tekad bangsa Indonesia terutama sekali para tokoh yang hadir dalam sidang tersebut untuk menyongsong kemerdekaan dengan penuh keberanian. Dari apa yang disampaikan Bung Karno pada pidatonya itu kita melihat bahwa di saat kemerdekaan Indonesia yang telah kita cita-citakan sejak lama itu telah nampak di depan mata, justru tidak sedikit dari kita pada waktu itu malah menjadi gentar hati dan nampak kehilangan kepercayaan diri untuk merdeka.


Nampak dalam pidatonya Bung Karno sangat menekankan kepada para tokoh bangsa yang dipundaknyalah digantungkan nasib bangsa indonesia ini, untuk benar-benar memantapkan diri menerima tantangan yang disodorkan oleh Sang Penggenggam Takdir untuk membawa rakyat Indonesia yang 70 juta jiwa itu kepada haknya untuk berdiri sebagai sebuah bangsa yang merdeka.


Paparan cerdas Bung Karno yang mengulas contoh sejarah dari pada bangsa-bangsa dunia yang telah gagah berani menjemput takdirnya untuk merdeka dapat kita rasakan mempunyai daya yang kuat untuk menyingkirkan awan gelap yang menutupi keberanian para tokoh bangsa pada waktu itu. Sebelum paparannya tentang dasar-dasar bagi Negara Indonesia Merdeka disampaikannya, Bung Karno juga terlebih dulu memastikan kesamaan paham dan pandangan semua tokoh yang hadir dalam persidangan tersebut bahwa dasar bagi negara Indonesia merdeka yang hendak kita adakan bersama-sama melalui sidang BPUPKI tersebut haruslah merupakan dasar yang dapat mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Haruslah merupakan dasar yang dapat disepakati oleh tiap-tiap golongan dalam bangsa ini. Haruslah merupakan dasar yang terlahir dari semangat kemerdekaan semua buat semua.

Tegas Bung Karno menyampaikan bahwa negara Indonesia merdeka bukanlah untuk satu orang, bukanlah untuk satu golongan tetapi semua buat semua.

Ini tentu tidak lepas dari pada semangat perjuangan bangsa Indonesia sejak mula-mula dan tidak lepas dari semangat persatuan dan kesetaran yang telah terpatri dengan kuat ketika kita mengikrakan diri untuk menjadi satu bangsa pada 28 Oktober 1928. Jadi memang sedari awal terbentuknya bangsa ini, tekad perjuangan kemerdekaan kita adalah untuk keseluruhan Indonesia. Untuk Indonesia Raya. Bukan untuk satu kelompok atau golongan saja. Dan sedari awal semangat persatuan yang kita jadikan pengikat bangsa kita ini adalah semangat persatuan bulat mutlak yang tidak mengecualikan satu golongan dan lapisan pun dari bangsa ini.


Setelah merasa yakin atas daya dan argumentasi yang dipaparkannya dihadapan para tokoh bangsa dalam sidang BPUPKI tersebut berdampak kuat terhadap kebulatan tekad untuk merdeka serta terhadap keinsafan bahwa bahwa negara Indonesia merdeka yang hendak didirikan haruslah bersih daripada egoisme kelompok dan golongan, barulah Bung Karno dalam pidatonya itu memaparkan lima dasar yang beliau beri nama dengan Pancasila.


Dasar-dasar yang Bung Karno ajukan melalui pidatonya di sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 itu memang dalam narasi dan urutan nampak berbeda dengan narasi dan urutan sebagaimana yang kita kenal hari ini. Dalam pidatonya Bung Karno mengajukan dasar-dasar yang hendak dijadikan sebagai dasar dari pada negara Indonesia merdeka itu adalah:

1. Kebangsaan Indonesia. 2. Internasionalisme, – atau peri-kemanusiaan. 3. Mufakat, – atau demokrasi. 4. Kesejahteraan sosial. 5. Ketuhanan Yang Maha Esa


Namun dari pidato Bung Karno itu pula kita tahu bahwa paparan dasar-dasar yang Bung Karno sampaikan pada waktu itu adalah lebih menekankan kepada subtansi dan bukan kepada keindahan narasi dan urutan. Karenanya kita tahu persis bahwa Pancasila yang kita jadikan dasar negara pada saat ini, meski nampak beda dalam narasi dan urutannya, tapi itulah dasar-dasar yang persis sama secara subtansi sebagaimana disampaikan Bung Karno pada waktu itu.